Alu Katentong
kesenian Alu Katentong, yang merupakan sebuah kesenian yang lahir ditengah-tengah kehipan masyarakat itu sendiri sebagai hiburan, upacara adat serta sebuah media informasi bagi masyarakat Nagari Padang Laweh.
Alu katentong dimainkan oleh bundo kanduang atau kaum perempuan. Kesenian Alu Katentong juga mempunyai nilai-nilai edukatif, norma sosial, serta menjadi identitas bagi Nagari Padang Laweh.
1. ALU
Alu adalah sejenis kayu yang di gunakan untuk menumbuk padi pada masa dahulu oleh ibuk-ibuk Alu yang digunakan untuk Alu Katentong berukuran panjang seperti sebuah galah.
Syarat dan Ketentuan Alu
- Kayu yang digunakan untuk alu adalah kayu yang padat dan tidak mempunyai serbuk, agar menghasil suara yang bagus
dan nyaring - Pada saat pengambilan, kayu tersebut sudah berganti pucuk dan yang sudah mempunyai pucuk keras, karena kayu tersebut sudah kuat dan tahan lama sehingga pada saat dipukulkan pada batu tidak mudah pecah
- Diantara jenis kayu tersebut adalah kayu surian, kayu bayua dan kayu durian dan lain-lain
- Ukuran panjang alu adalah 4 – 5 meter dengan diameter 7 – 10 cm dengan tujuan agar suara yang diahsilkan lebih bagus dan lebih vokal, semakin panjang kayu yang digunakan maka semakin bagus suara yang dihasilkan
2. BATU PIPIH
Batu Pipih (Batu Tipis) adalah batu alam yang mempunyai permukaan datar dan halus serta, yang tidak terlalu tipis dan tidak pula terlalu tebal.
Syarat dan Ketentuan Batu Pipih
- Jenis batu yang digunakan adalah batu alam, berwarna dan hitam padat atau biasa disebut masyarakat “batu nan alah mati” karena ciri batu seperti ini sangat padat dan kuat serta mengeluarkan suara yang keras
- Mempunyai permukaan yang datar dan halus, sehingga alu tidak rusak pada saat di pukulkan pada batu pipih tersebut
- Ukuran ketebalan batu tersebut lebih kurang 3 – 7 cm, karena kalau terlalu tipis akan mudah pecah dan kalau terlalu tebal tidak akan mengeluarkan suara.
- Ukuran lebar batu lebih kurang 20 – 30 cm, serta tingginya lebih kurang 15 – 25 cm
3. LASUANG
Lasuang (Lesung) adalah sejenis batu yang berbentuk lingkaran, dan pada bagian tengah batu ada lobang, yang biasanya di fungsikan untuk menumbuk padi pada zaman dahulunya. Lasuang tersebut terbentuk secara alami dan biasanya ada di sungai.
Syarat dan Ketentuan Lasuang
- Lasuang yang digunakan adalah lasuang batu yang terbuat secara alami yang biasanya ada di sungai
- Ukuran lasuang adalah berdiameter 100 – 130 cm. Semakin besar ukuran lasuang maka semakin banyak jumlah pemain yang akan tampil
- Lasuang di tanam ke tanah lebih kurang sedalam 10 cm dan bagian atas di permukaan lebih kurang 10 – 15 cm untuk bisa menyandarkan batu pipih. Tujuan ditanam ke tanah agar lasuang tersebut kokoh dan suara yang dihasilkan juga akan
lebih bagus - Pada lobang lasuang di isi padi kira 2 – 3 genggam, yang mempunyai makna supaya perempuan yang baru nikah cepat mendapatkan anak serta hidup seperti ilmu padi semakin berisi semakin tunduk
