Baju Milik Nagari Padang Magek
Minangkabau memiliki beragam budaya dan adat sendiri-sendiri yang dimiliki oleh tiap-tiap nagari, yang biasa disebut adat salingka nagari, salah satunya adalah pakaian adat yang khas dan unik. Pada upacara adat masyarakat tentunya menggunakan pakaian adat khas daerah masing-masing.
kali ini akan memperkenalkan pakaian adat Bundo Kanduan dari Nagari Padang Magek yang sering disebut sebagai Baju Milik. Baju Milik terdiri atas:
tangkuluak sapik udang
tangkuluak ini terdiri atas dua lembar kain yaitu selembar sarung dan selembar telekung yang dipakai untuk sholat apabila masuk waktu sholat. pada sebelah kanan kain berbentuk tanduk dan sebelah kiri berbentuk bunga kecubung. tangkuluak ini mempunyai ciri khas pada tutup kepala yang membedakan dengan pakaian adat daerah lain. tangkuluak ini melambangkan falsafah adat Minangkabau yaitu Adat Basandi Syara’ Syara Basandi Kitabullah.
baju kuruang
baju yang dipakai adalah baju dengan potongan pendek (hingga pinggul), lengan sedikit di bawah siku terbuat dari kain beludru warna hitam. pada pinggir leher serta kedua ujung lengan diberi minsie mas atau benang perak. pada pinggir bawah selain minsie diberi hiasan motof pucuk rebung.
warna hitam melambangkan ketabahan serta keteguhan hati sipemakai (bundo kanudang) potongan pendek berarti kebebasan gerak sipemakai namun sesuai dengan alur dan patut menurut adat istiadat yang berlaku.
kodek
kodek atau bawahan yang digunakan sama dengan jenis kain baju. berbentuk sehelai kain sarung, pada pinggir bawah dihiasi dengan minsie dari benang perak serta motif tumpal. pada bagian motif tumpal diberi aksesoris berupa benang wol warna merah, kuning, hijau.
salempang
salempang ini dipakaikan di bahu kanan lalu ujungnya bertemu di pinggul kiri. bentuk empat persegi panjang dan terbuat dari kain sutra warna merah. pada kedua ujungnya disambung dengan kain balapak. pinggir selendang dihiasi dengan jambul dari benang wol warna kuning, merah, hijau dan hitam. salempang diisyaratkan sebagai tanggung jawab wanita minangkabau untuk mengayomi anak kemenakan kepada kebenaran
ikat pinggang
disebut juga dnegan ikek pinggang bajambua suto. terbuat dari guntingan kain kemudian dijahit membentuk tali. pada salah satu ujungnya diikatkan jambul benang wol warna warni yang mengartikan fungsi sosial serta nilai estetis.
Kambuik Bajaik
terbuat dari daun pandan yang telah diolah sedemikian rupa dan dibuat dengan teknik anyaman secara tumpang tindih. pada bagian bawah berbentuk persegi empat sedangkan dibagian atas berbentuk bundar.



